Diposkan pada Fly, Review

Review K-Indie

Halo, hari ini daripada gak ada kerjaan (padahal mah banyak tugas ospek) mending buat review tentang Korean Indie. Akhir-akhir ini aku malah lebih sering dengerin lagu K-Indie daripada lagu Boyband-Girlband. Sebenernya aku gak begitu paham genre musik tapi K-Indie mungkin lebih menuju jazz, folks dan blues ; kebanyakan dari lagunya hanya berinstrumen gitar dan piano.

Lagu K-Indie pas banget buat ngerjain tugas atau bikin cerpen. Musiknya gak berisik. Soft banget.

Artis K-Indie itu jauh berbeda dengan Idol, mereka menulis lagunya sendiri dan walau sudah terkenal kadang sulit sekali mencari tahu identitasnya. Karena Indie, makanya mereka juga gak ngikutin tren musik, contohnya disaat sekarang lagi tren EDM mereka gak lantas bikin lagu EDM. Arti lagu K-Indie juga dalem-dalem, beda dengan lagu K-pop kebanyakan biasanya seputar cinta yang dramatis plus gombal.

1. Oohyo
Ini favorit banget. Menurtku suara Oohyo ini serak-serak pengap gimanaa gitu, tapi tetep enak aja di dengernya. Lagu yang paling aku suka dari Oohyo adalah 45,7cm

2. Coffe Boy
Suaranya lembut tapi anget (?). Laki-laki kelahiran 81 ini awalnya gak niat debut, tapi karena dia ditinggal oleh pacarnya jadinya dia bikin lagu dan mulai berkarya di pasar K-Indie dari tahun 2010. Lucu ya? Hahaha.

3. Urban Zakapa
Bagi para penggemar drama korea pasti gak asing dengan band ini. Yap, the legend of OST. Udah gak diraguin lagi sih lagu-lagu Urban Zakapa emang Keren-keren semua. Banyak sekali lagunya yang dicover ulang oleh para boyband contohnya Drink Coffe yang di remake oleh BTS. Ini lagu aslinya.

4. Standing Egg
Namanya lucu, baru aja tadi pagi aku nemunya. Belum banyak info yang bisa aku dapet tapi warna bluesnya yang unik bikin aku jatuh cinta sejak pertama ngedernya.

5. Zion T
Eh? Ini indie bukan ya? Hahaha sebenernya Zion T itu rapper, tapi karena ia bukan Idol maka aku kategorikan sebagai Indie saja sih ya, soalnya dia juga gak bernaung di bawah agensi besar walau sekarang katanya mau bergabung dengan YG. Lagu Favoritku dari Bang Zion ini adalah Eat.

Korean Indie memang gak seterkenal grup K-pop lainnya, tapi beneran deh lagunya gak kalah keren. Kalau ada rekomendasi musisi K-Indie, boleh ya dikolom komentar atau jenis musik yang kalian suka juga silahkan dibagi 
Salam! Sang Penggembol!

Diposkan pada Fly

Hi, Sonya!

I hope you’ll know a lil bit about me.

 

1. What kind of insect is Sonya most annoyed of? Kecoa! Bisa ngerayap, bisa terbang pula. Horor andai.

2. How does Sonya relieve her stress? Tidur.

3. What kind of top (clothing) does Sonya like to wear? Kemeja. Cinta banget.

4. What is Sonya hate the most during summer? No. I love summer.

5. What is Sonya’s favorite dish? Rendang dan lalaban. (Lalab adalah sayuran yang direbus tanpa bumbu)

6.What is Sonya’s favorite animation movie? Semua ciptaannya Disney.

7. Who is Sonya’s favorite singer? Suga BTS . Rapper sih.

8. What is Sonya’s favorite flower? Akasia. Bunganya gak cantik but deep mean.

9. What is number one on Sonya’s bucket list? Beli novel Inggris. Plisss belum pernah baca novel Inggris ini mah 😭😭😭 mahal pisan andai.

10.What is Sonya’s favorite color? Blue.

11. What is Sonya’s favorite color of clothing? Navy Blue.

12. What is Sonya’s favorite sport ? Lari. (Lari dari masalah hahaha)

13. What kind of weather does Sonya like when she goes for a walk? Cerah atau gerimis gitu. Cantik.

14.What is Sonya’s zodiac sign? Dulu Libra, sekarang sih Scorpio.

15. What song is Sonya listening to while she is writing this question? Seventeen – Very nice. Aju! nice! Aju! Niceeee.

16.How tall is Sonya?158cm. Dulu 160. Gak tahulah.

17. What flavor of maccaron does Sonya like most? Belum pernah nyoba. Coba kasih dong wkwkwk.

18.What is Sonya’s favorite thing to do? Reading and fangirling hahaha.

19.When is Sonya’s birthday? Secret ah. Pokoknya tahun 1998.

20. Where was Sonya born? Bandung yang sekarang jadi Cimahi.

21. How long has Sonya been using her current cellphone number? Sudah enam tahun. Dan kemarin kehapus pliss lah sedih.

22 What was Sonya’s childhood dream? Ilmuwan.

23.What does Sonya think about when she takes a shower? Pake gayung saya.

24.What is Sonya’s favorite beverage? Air putih.

25.Which country does Sonya want to go? Belanda, Korea, Arab.

26.What is Sonya’s favorite item? Kerudung.

27.What is the name of the movie that made Sonya cry the hardest? Aku lemah. Selalu menangis kalo nonton film, walau itu film dokumenter.

28. What Sonya’s favorite fruit? Manggaaaa.

29.What Sonya’s favorite dessert? Ice cream.

30.What kind of weather does Sonya like when she takes a nap? Apapun cuacanya, saya tidur wkwkwk

31. What is Sonya’s favorite amusement ride? Apapun yang memacu adrenalin kecuali rumah hantu. Karena saya gak suka dikagetin.

32. What is Sonya’s favorite fashion item? Tas, eh masuk item fesyen kan yak?

33.What is Sonya’s favorite number? 9

34. What is Sonya’s favorite letter? B. Bukan inisial doi tapi gatau kenapa cantik aja disebutnya.

35. What is the most number of hours Sonya slept before?Pernah lebih dari 18 jam.

36 Which language is Sonya most interested in? Belanda.

37.What kind of animal is Sonya hate the most? Kecoa. Makhluk horor. Horor.

38. What food does Sonya not eat?Yang haram dan yang menyebabkan asma.

39. What was the last movie Sonya watched in theatre?……………………………….

40. What is Sonya’s favorite city? Bandung Cimahi. menyimpan sejuta cerita. huhuhuhu.

41. What is Sonya’s favorite ice cream? coklat.

42. Who is Sonya’s Indonesia favorite author?Author blog dan ya Tere Liye .

43. What does Sonya want to do most in Korean (you can change the country based on your answer from #25)?Pengen banget sekolah di KAIST, kan disana riset teknologi tinggi itu ditanggung pemerintah, nantinya pengen buat teknologi pengelolaan limbah gitu biar sungai di Indonesia jernih lagi kaya di Korea hingga layak minum, bonusnya bisa godain Oppa-oppa….

44. What does Sonya do before she go to bed?Berdoa, sambil buat plot cerita gitu.

45.How long was the distance of Sonya first marathon?gak diitung.

46. What is Sonya’s favorite poetry (please insert link if any)? My poetry, and absolutely he’s poetry. No link. Naksir ntar.

47.How many times has Sonya been stung by a bee? Dua kali.

48. What is Sonya’s favorite day of the week? Friday. Jumaat berkah.

49.How many pets Sonya has? 2 kucing dan 1 ikan arwana 😂😂

50.How does Sonya sleep? Menutup mata sambil bernafas.

P.s aku tag siapapun yang membaca ini 😉

Diposkan pada cerpen, Fly

Ansh

a48450c33129cc6795544ec2a142f533
Cr. Pinter

Setiap orang pasti memiliki setidaknya satu orang Ansh. Ansh adalah kaum ‘penjaga’ manusia, mereka bertugas melindungi elemen terpenting di muka bumi. Hati. Entah darimana Ansh berasal, yang pasti Ansh hanya bisa dilihat saat hati manusia sedang sakit atau hampir mati.

Dan hari ini, aku pertamakali bertemu dengan Anshku.

Laki-laki dengan kemeja putih dan celana hitam yang kini duduk disampingku adalah seorang Ansh. Rambut dan iris matanya berwarna abu terlebih ia hanya terlihat olehku. Seharusnya aku lari ketakutan. Seharusnya.

“Aku Arif…, aku yang bertugas menjagamu.”

Ku balas dengan tawa getir. Sebenarnya, sebusuk apa hatiku hingga seorang Ansh memunculkan diri.

“Tidak usah dijaga, elemenku sudah rusak.” Aku menangkupkan kedua tangan keatas meja, lalu kutenggelamkan wajah berharap ini semua hanya mimpi.

“Apa masalahmu? Cerita saja…,”

Kata orang-orang memendam masalah dan menceritakan kesulitan pada orang lain itu tabu.

“…, aku Ansh bukan manusia. Tenang saja, berbagi masalah tidak berarti kau lemah.”

Ya, kelebihan seorang Ansh bisa membaca pikiran rupanya.

” Aku…, entahlah. Aku kacau sekali hari ini.” Entah kenapa aku malah mulai menangis.

Arif tersenyum. Segera ia menepuk pundakku. “Tidak apa. Kau akan baik-baik saja. Tenanglah….”

“Mimpiku. Apa harus ku hancurkan saja?” Di sela tangisan, aku masih sempat meracau.

Arif tersenyum kembali. “Tidak ada yang perlu dihancurkan, kau tahu? mimpimu itu mulia sekali. Kau orang hebat…, tetaplah hidup dalam mimpi-mimpimu.”

“OMONG KOSONG! hari ini, jalanku untuk menuju mimpi itu telah musnah. Mimpiku sudah hancur Rif…., tolong aku.” Tangisku makin keras ; beberapa kali aku tersedak sendiri. Buruk sekali.

Tak kusangka kaum Ansh juga mempunyai raga. Arif memelukku. Aku bisa menyentuhnya.

“Lepaskan pisaunya, sekarang! ” Ucapnya saat memelukku. Aku memang hampir gila, tapi aku tak berniat bunuh diri. Sumpah. Tidak ada pisau di tanganku.

” Iri. Perasaan tidak adil. Perasaan mengutuk diri sendiri. Pisaumu sudah terlalu banyak…, bukan mimpimu yang hancur sebenarnya…, tapi kau sendiri.”

Aku terdiam. ” Ajari aku melepasnya, Rif.”

Ia kembali tersenyum, ” Kau, punya jalan tersendiri. Pandanglah dirimu sendiri…, percaya pada Tuhan Semesta. Serahkan padanya, dan jika mimpimu terlalu jauh artinya kau manusia yang mampu berlari jauh. Manusia hebat. Dan, jangan pernah membenci dirimu sendiri…, perbaikilah bukan mengutuknya. Kau bisa melepas pisaunya, bukan?”

Aku menghembuskan nafas kasar, ” Terimakasih. Aku hampir saja merusak diriku sendiri. Lagi. ”

“Tidak usah. Itu sudah tugasku.” Sekejap Arif melebur bersama tiupan angin. Ia tidak pergi. Aku yakin sekali.

Karena arti dari kaum Ansh adalah bagian. Artinya, Arif adalah bagian dari diriku sendiri. Di semesta yang berbeda.

 

P.s

1. Ini pertama kalinya menulis cerita fantasi 😭 maafkan kalau sangat tidak memuaskan.

2. Terinspirasi dari teori dunia pararel.

3. Silahkan jika ingin memaki.

 

 

Diposkan pada Fly, puisi

Semu

Acrobate of the Air

Berselimut senja, waku terbius inersia. Angan dan ambisi melebur menjadi sebuah pretensi. Swakarsa cinta tak lebihnya sebuah futilitas semata. Mega merangkak dalam keagungan semesta ; tubuhnya diterpa jingga dan nila.

Ingatkah?

Saat prominen menjadi sebuah retriksi ; filantropi menjadi fiksasi; rindu menjadi abu. Aku tengah bermain dengan kama yang entah kapan berbuah  karma.Bukan petrichor yang  membelai penciumanku, jelaga mobil motor  asyik menceritakan gradasi kelasi pada hamparan aspal dihadapannya.

Ingatkah?

Saat pertama kali kau tersipu malu; mengetikkan namamu dengan perlahan ; aku berdebar tak karuan. Tak pernah ada harapan lebih, hanya letupan kolaborasi dari takjub dan iri. Masalahnya lama-kelamaan menjadi  adiksi dan delusi.

Ingatkah?

Kini kita sudah berpisah tanpa pernah melekat ; menepelkan beberapa buah kisah pada buku takdir. Untuk teman yang menipu dan kutipu. Maaf, tak akan aku ucapkan maaf. Dan kau tak usah meminta maaf. Untuk  apa membangkitkan sesuatu yang terkubur ? Dosa lama yang terendam fananya dunia, biar saja membusuk dan memang itu semestinya.

Ingatkah?

Teman saat merangkak; teman saat putih merah ; teman saat putih biru; teman saat putih abu; teman hidup. Gugurlah kalian satu-satu. Satu pergi ;satu mati. Ada jutaan kisah yang tak tercatat. Ada ribuan sungkawa yang tak terbalas.

Ingatlah.

Dunia ini tak terduga
Hapazard.Hapazard. Hapazard.

 

 

P.s sebuah tulisan galau,anakannya stress un dan kangen sama author-author lama yang kini entah dimana :’)

Diposkan pada Fly

Let’s be Humanized!

i like this post 🙂

Catatan Anak Sastra

Everything seems different in the third term in college. In this term, I learnt a lot about life lessons during the lectures. Because I was majoring science when I was in high school, I had never learnt about human studies, such as sociology or anthropology. However, now, I study culture, literature, and philosophy. Of course, it is because I’m a student of faculty of humanities. Somehow, by attending so many lectures that I took for this term, I began to think reflectively about us as human. Then one question appear: Are we machines or humans?

I’ve been wondering about this issue during this term. Maybe this is not what people think or most of students think these days, but suddenly the question appear in the middle of Research Methods class. The lecturer, Mr.Junaedi, said that we are modern people. We want everything fast, we want everything instant, we want do…

Lihat pos aslinya 239 kata lagi

Diposkan pada Fly

Side

setitik-harapan-3

Aku adalah kejahatan dari segala sesuatu yang paling jahat. Menyembunyikan itu tugasku,fitnah predikatku.

Aku adalah duri dalam daging yang menyakiti tapi tak bisa dienyahkan. Dibiarkan maka aku membunuh, dihentikan cacatlah semuanya!

Abu-abu adalah favoritku,bukan netral tapi munafik. Berdiri laksana jiibril namun berjubah dusta dari iblis.

Hobiku mengaburkan semua pembantas, antara cinta dan benci, antara damai dan perang, dan paling final aku dapat menghilangkan pembatas antara baik dan buruk.

Aku adalah subjek dari segala subjektifitas, keahlianku membungkus rapi semuanya dengan rajutan kata yang penuh bongak hingga disebut kebenaran objektif.

Akulah keabadian dari segala yang dapat musnah.fana.

Akulah Si Penulis, propaganda sesungguhnya.

Diposkan pada Fly

LOGOS

cerita ini dibuat saat pelatihan menulis selama satu bulan bersama ka YovieKyu.
Untuk memori saja, tanda bahwa saya pernah berlatih dengannya, yang sabar atas segala macam kesalahan teknis yang saya buat.

====

tumblr
tumblr

Jo memainkan rubiknya selama lima menit. .. Irene mengeluh, karena selama seminggu ia tidak berhasil menyelesaikan rubik itu. Jo pun menyerahkannya pada Irene dan dibalas lengkungan bibir Irene yang menurut Einstein itu bisa jadi sebuah surge -jarak surga adalah kurva bibir dari orang yang kau cintai-.

“Kau manusia Jenius yang pernah aku kenal Jo!” ujar Irene dengan riang melihat mainnannya telah berhasil diselesaikan.Jo hanya mengangguk-anggukan kepala sambil menatap sekeliling.

“Irene, menurutmu manusia mati karena jantungnya yang berhenti atau otaknya yang rusak?”
Irene menghela nafas berat. Mulai lagi pertanyaan Jo yang sangat sulit untuk di jawab. Karena jika ia menjawab jantung berhenti Jo pasti akan mendebatnya dengan jantung mekanik dan jika Irene bilang otak yang rusak, maka artinya ia secara tidak langsung telah menyebut Jo ‘mayat hidup’ . Akhirnya Irene menyerah.

“Itu kehendak mutlak Tuhan Jo.” kata Irene dengan nada putus asa. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres akan segera datang.

“Tuhan yang mana?” Tidak lagi. Tidak untuk mendebatkan evidensi tuhan lagi. Irene sudah lelah dengan masalah klasik namun krusial-menurut Irene- yang selalu dipertanyakan Jo.

Kemarin-kemarin Irene membawakan buku Mahatmagandhi, buku Sufi, sampai manuskrip-manuskrip kuno pada Jo. Tapi dengan entengnya Jo berkata.

“Kau percaya pada sumbernya?Jika ada tuhan langit… Kenapa manusia menciptakan tuhan tanah?Lalu Om-pencipta Semesta menurut kepercayaan hindu- itu sama dengan apa sih?” Ujar Jo yang masih enggan menatap Irene.
Irene sudah hampir gila dengan pertanyaan –pertanyaan yang sok sok filsafat ala Jo.

“Jo kau harus berhati-hati untuk memikirkan sesuatu, kau bisa saja berakhir seperti Scrotes yang mati dibunuh karena pemikirannya yang ‘menyebalkan’” Irene kembali merusak Rubiknya yang telah berhasil diselesaikan Jo.

“Ah iya bagaimana kabar Troll dan Edream? Bukankah kotak kardusmu kau bilang hilang satu?” Akhirnya Irene mengalihkan topic tentang hal-hal yang membuat Jo ‘hidup’ kembali.

Jo hanya menggelengkan kepala sesekali, “Trol menjadi Raksasa dan Edream tidak pernah datang lagi.”
Itu buruk. Selama ini Jo menyimpan sakit hati pada orang-orang yang menghinanya dalam bentuk Troll. Rupanya ia sudah tahu bahwa kini seluruh orang desa sudah menggap Jo itu pemuda gila.

Sebenarnya Irene tidak mengerti apa Troll itu nyata atau hanya imajinasi Jo, karena sampai detik ini ia tidak pernah melihat sedetikpun bentuk Troll yang sesungguhnya. Troll yang menurut Jo pendek dengan Janggut panjang menyentuh tanah, selalu menggurutu dan jika mengguruttu matanya akan memerah seperti darah. Sepertinya Irene harus bersyukur tidak bisa melihat Troll.

.

“Mamah ada kakak Gilaaaa…” ujar anak kecil menarik baju ibunya ketakutan.
Jo yang tak mengerti apa-apa hanya terdiam melihat semua orang menatapnya aneh.

“Jo! Kau disini… sudah ku bilang jangan pernah kemana-mana” Irene mengomel pada Jo yang hilang dari sisinya saat iya menawar harga tepung di pasar.

Terdengar bisik –bisik dari orang-orang tentang Jo. Ada yang tidak percaya bahwa Jo itu orang gila karena penampilannya yang normal-normal saja, bahkan parasnya yang bersih tidak mengindikasikan bahwa Jo adalah orang gila.
Tapi orang lain mengatakan bahwa Jo pernah menyembelih kucing dan darahnya dimasukkan ketabung-tabung bekas cat, Jo pernah memetik seluruh apel namun ia hanya mengupasnya satu persatu, Jo pernah menyaring daun-daun tembakau lantas ia berteriak kegirangan tampa sebab.

Dan yang paling mengindikasika bahwa Jo adalah orang gila ia berdandan seperti menghadiri upacara kelulusan di pemakaman ibunya sendiri dan tidak sedikitpun menangis namun dan tersenyum sepanjang pemakaman.
.

“Kenapa menangis Irene?” Jo bertanya pada Irene yang sesegukan setelah pulang dari pasar.

“kau taku melihat Troll? Aku tahu akhir-akhir ini Troll memang sangat menyeramkan…”
Irene mentap Jo beberapa saat. Irene mengeluh dalam hati. ‘Jika Aku pergi siapa yang akan mendampingimu Jo?’.

“Tidak aku, tidak takut dengan Troll… aku tahu kau pernah membunuh kucing akibat suruhan Edreamkan? Hal-hal aneh eh… hal-hal yang luar biasa itu karena Edream yang menyihirmukan?”

Irene membual dengan manis atas apa yang ia tunjukkan pada Jo, Irene ingin berteriak memaki Jo seperi sata dipemkaman karena tindakan anehnya namun Irene tidak bisa. Irene tak ingin menyakiti Jo sekali lagi.

Jo tersenyum, kini ia tersenyum bukan karena mengingat ajaran ibunya. Ia dapat merasakan apa itu ‘senyum’ tanpa rasa sakit seperti yang ia lakukan saat pemakaman kemarin. Ia merasa bahagia bahwa setidaknya di dunia ini ada satu orang yang dapat mengertinya.

“Jo, kamu hebat seperti Newton kan? Jo, bila aku tinggalkan kamu selamanya apa kamu tak keberatan?”

“sejauh apa perjalananmu Irene, hingga membutuhkan waktu selamanya?”